Pemetaan Topografis Potensi Wilayah

p potensi yang ada di kecamatan meliputi bidang pendidikan pemerintahan pertanian peternakan usaha mikro dan makro namun banyak area kecamatan yang belum terpublikasikan potensinya sehingga pengetahuan masyarakat mengenai potensi wilayahnya kurang pengumpulan data wilayah potensi pada area kecamatan masih dilakukan dengan cara survey ke wilayah per desa untuk mendapatkan perkembangan data kependudukan tiap periode yang menimbulkan beberapa hambatan seperti lamanya proses pengumpulan data lambatnya data yang disampaikan data yang disajikan tidak up to date dan kurangnya penyajian visualisasi data sehingga petugas kecamatan maupun masyarakat umum belum bisa mendapatkan informasi terkini mengenai potensi wilayahnya p p metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah waterfall dengan tahapan analisis dengan melakukan wawancara dan studi literatur desain sistem dengan menggunakan data flow diagram untuk pemodelan sistem dan entity relationship diagram untuk model database implementasi yang meliputi implementasi program dan sistem integrasi dan testing p p dari hasil pengujian yang dilakukan dapat diktahui bahwa sistem pemetaan topografis potensi wilayah merupakan media alternatif yang efektif untuk membantu masyarakat maupun petugas kecamatan dalam proses pendataan potensi wilayah berdasarkan kategori pendidikan pemerintahan pertanian peternakan usaha mikro dan makro p