OPTIMASI PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK ERP PADA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN MULTI-CRITERIA DECISION MAKING FUZZY-AHP DAN TOPSIS

Proses penggunaan perangkat lunak ERP pada sebuah
perusahaan terdiri dari tiga bagian yakni proses pemilihan
proses implementasi dan proses evaluasi. Proses pemilihan
perangkat lunak merupakan faktor yang sangat penting untuk
menunjang keberhasilan pada proses selanjutnya. Untuk memilih
perangkat lunak ERP diperlukan sebuah teknik Multi Criteria
Decision Making MCDM. Pada tugas akhir ini metode yang
digunakan yakni Fuzzy-AHP dan TOPSIS.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kriteria yang
digunakan pada MCDM berdasar ISOIEC 25022 Software
Measurement of Quality in Use. Kriteria ini menunjukkan kualitas
sebuah sistem ketika digunakan. Teknik business process matching
dengan Beehivez digunakan sebagai salah satu pengukuran
kriteria.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode tersebut berhasil
diimplementasikan pada sistem.

ERP SOFTWARE SELECTION OPTIMIZATION USING MULTI CRITERIA DECISION MAKING FUZZY-AHP AND TOPSIS

Proses penggunaan perangkat lunak ERP pada sebuah
perusahaan terdiri dari tiga bagian yakni proses pemilihan
proses implementasi dan proses evaluasi. Proses pemilihan
perangkat lunak merupakan faktor yang sangat penting untuk
menunjang keberhasilan pada proses selanjutnya. Untuk memilih
perangkat lunak ERP diperlukan sebuah teknik Multi Criteria
Decision Making MCDM. Pada tugas akhir ini metode yang
digunakan yakni Fuzzy-AHP dan TOPSIS.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kriteria yang
digunakan pada MCDM berdasar ISOIEC 25022 Software
Measurement of Quality in Use. Kriteria ini menunjukkan kualitas
sebuah sistem ketika digunakan. Teknik business process matching
dengan Beehivez digunakan sebagai salah satu pengukuran
kriteria.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode tersebut berhasil
diimplementasikan pada sistem.

ERP SOFTWARE SELECTION OPTIMIZATION USING MULTI CRITERIA DECISION MAKING FUZZY-AHP AND TOPSIS

Proses penggunaan perangkat lunak ERP pada sebuah
perusahaan terdiri dari tiga bagian yakni proses pemilihan
proses implementasi dan proses evaluasi. Proses pemilihan
perangkat lunak merupakan faktor yang sangat penting untuk
menunjang keberhasilan pada proses selanjutnya. Untuk memilih
perangkat lunak ERP diperlukan sebuah teknik Multi Criteria
Decision Making MCDM. Pada tugas akhir ini metode yang
digunakan yakni Fuzzy-AHP dan TOPSIS.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kriteria yang
digunakan pada MCDM berdasar ISOIEC 25022 Software
Measurement of Quality in Use. Kriteria ini menunjukkan kualitas
sebuah sistem ketika digunakan. Teknik business process matching
dengan Beehivez digunakan sebagai salah satu pengukuran
kriteria.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode tersebut berhasil
diimplementasikan pada sistem.

RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC

Mata yang normal adalah mata yang bisa melihat dan tidak mengalami kelainan apapun. Namun apabila ada kelainan yang timbul dimata akan menyebabkan terganggunya kinerja mata untuk melihat dan bisa dikatakan mata tersebut mengalami kelainan, menurut survei departemen kesehatan 1982 – 1996, glukoma diderita 0,4% atau sekitar 840.000 orang dari 210 juta penduduk Indonesia(Kota post, 2009), untuk dapat mencegahnya dibutuhkan seorang dokter untuk memberikan informasi kepada masyarakat, namun terkadang masyarakat biasanya tidak memiliki waktu untuk melakukan konsultasi dengan seorang dokter. Hingga menyebabkan penyakit dari pasien tersebut bertambah parah. Diagnosa penyakit biasanya dilihat dari gejala – gejala yang di rasakan dan yang nampak dan akan di jadikan kesimpulan oleh dokter untuk menentukan penyakit apa yang di derita oleh pasien tersebut. Metode fuzzy memiliki cara pendeteksian yang sama dengan cara dokter dalam mengidentifikasi penyakit dengan mengumpulkan fakta – fakta yang ada dan juga memiliki rule – rule yang ada yang nantinya akan memiliki kesimpulan yang sama seperti pendeteksian penyakit seperti dokter. Dengan aplikasi berikut, maka user dapat mengetahui informasi jenis dan tingkat keparahan penyakit mata yang dideritanya dengan tepat.

RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PELAKSANA PROYEK DENGAN METODE FUZZY AHP (STUDI KASUS DI PT. WAHANA KARYA TATA KHARISMA)

Dalam pengerjaan proyek konstruksi, PT. Wahana Tata Karya Kharisma memerlukan seorang pelaksana proyek sebagai pengendali dan pengawas pelaksanaan konstruksi. Kandidat pelaksana proyek dievaluasi dalam dua kategori kriteria yaitu kriteria teknik dan kriteria personal. Hasil dari evaluasi inilah yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan pelaksana proyek pada perusahaan. Karena karakteristik proyek yang beragam, subkriteria-subkriteria yang perlu dievaluasi menjadi bertambah banyak. Hal ini dapat menjadi kendala karena acuan standar dalam mengevaluasi kandidat belum didokumentasikan oleh perusahaan. Ketepatan acuan pemilihan menjadi hal yang penting, karena kesalahan perekrutan akan berpotensi menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dalam tugas akhir ini akan dirancang aplikasi yang dapat digunakan sebagai alternatif solusi untuk menyelesaikan permasalahan yaitu Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pelaksana Proyek dengan Metode Fuzzy AHP. Metode Fuzzy AHP merupakan ekstensi dari metode AHP yang dikembangkan dengan teori himpunan fuzzy. Konsep fuzzy yang dipakai dalam pengembangan fuzzy ini adalah extent analysis dari Chang (Celik, 2009). Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, aplikasi yang dibangun telah dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembuatan sistem ini. metode Fuzzy AHP dapat diterapkan pada aplikasi dan dapat memberikan rekomendasi pelaksana proyek yang dipilih dari beberapa alternatif kandidat sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

RANCANG BANGUN SISTEM ALAT BANTU AJAR PENERAPAN METODE(FORWARD CHAINING DAN BACKWARD CHAINING) PADA SISTEM PAKAR

RAHMAD AGUS PRASETYO : Rancang Bangun Sistem Alat Bantu Ajar Penerapan Metode (Forward Chaining Dan Backward Chaining) Pada Sistem Pakar, Skripsi, TeknikInformatika, Fakultas Teknik UNP Kediri, 2016. Kecerdasan Buatan merupakan salah satu matakuliah yang terdapat dalam jurusan Teknik Informatika. Pada matakuliah ini terdapat materi terkait dengan metode penalaran, yaitu forward chaining dan backward chaining. Banyak mahasiswa merasa kesulitan dalam menerima materi tentang metode tersebut karena penyampaian yang kurang menarik, sehingga mahasiswa kesulitan dalam menerapkannya. Tujuan tugas akhir ini adalah membangun aplikasi alat bantu ajar penerapan metode forward chaining dan backward chaining pada sistem pakar agar mahasiswa dapat menerapkan metode tersebut sesuai dengan kebutuhan. Perancangan Alat Bantu Ajar Penerapan Metode Forward Chaining dan Backward Chaining Pada Sistem Pakar ini digambarkan dalam bentuk diagram HIPO (Hierarchy Plus Input Process Output) yang menunjukkan menu apa sajayang dipergunakan, diagram ringkasan yang berisikan input, proses dan output, fungsi khusus, serta diagram rinci yang menjelaskan fungsi-fungsi khusus. Alat bantu ajar ini mempunyai empat menu utama, yaitu beranda, forward chaining, backward chaining dan tentang. Di setiap menu terdapat teks keterangan dan animasi. Pengujian alat bantu ajar ini menggunakan kuisioner kepada 10 responden mahasiswa dan wawancara kepada 1 dosen AI (Artificial Intelligence) untuk membuktikan kemanfaatan dari aplikasi ini.

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOMPOKAN DATA PRODUKSI MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS

Pengelompokan data produksi berdasar tingkat pemakaian bahan baku dan bahan kemas merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi manajemen karena tidak didukung oleh sistem informasi yang ada. Untuk itu diperlukan metode Fuzzy C-Means untuk pengelompokan data produksi. Pengelompokan bertujuan untuk mengetahui data produksi mana yang memiliki tingkat pemakaian bahan baku dan kemas diluar batas perencanaan yang paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi yang menerapkan metode Fuzzy C-Means dengan nilai fungsi obyektif (|Pt-Pt-1|) kurang dari nilai error yang ditetapkan yaitu 10-8 dan untuk mengecek kebenaran logika aplikasi digunakan MSE dimana nilai error hasil perbandingan antara perhitungan manual dan perhitungan apilkasi adalah 0.

SISTEM BERBASIS ATURAN UNTUK PENENTUAN HUKUMAN TINDAK PIDANA(STUDI KASUS: PENGADILAN NEGERI KOTA)

Dalam ilmu komputer, banyak ahli berkonsentrasi pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelelligence (AI). AI adalah studi khusus dimana tujuannya untuk membuat komputer berpikir dan bertindak seperti manusia. Contoh bidang lain dalam pengembangan kecerdasan buatan adalah Sistem berbasis aturan, dengan pengertian suatu perangkat lunak yang menyajikan keahlian pakar dalam bentuk aturan-aturan pada suatu domain tertentu untuk menyelesaikan suatu permasalahan-permasalahan pada suatu domain (bidang ilmu) tertentu. Salah satunya dalam bidang ilmu hukum. Seorang hakim dapat melakukan kesalahan dalam penentuan keputusan, hal ini dikarenakan kurang keakuratan fakta-fakta yang diambil atau hakim salah dalam melakukan analisa. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan dibuatnya aplikasi menggunakan pengetahuan komputer dibidang kecerdasan buatan. Permasalahan dari sistem yang di buat adalah bagaimana merancang dan membuat program menggunakan sistem berbasis aturan untuk penelusuran pasal dan penentuan hukuman tindak pidana. Dengan adanya proses penelusuran pasal dan penentuan hukuman tindak pidana didalam sistem berbasis aturan diharapkan dapat membantu pakar dalam menyusun rule-rule sesuai dengan kebutuhan serta membantu hakim atau user dalam menganalisa dan memutuskan suatu permasalahan.

SEGMENTASI CITRA IKAN TUNA DENGAN MAHALANOBIS HISTOGRAM THRESHOLDING DAN MAHALANOBIS FUZZY C-MEANS

segmentasi. Secara visual citra ikan tuna memiliki varian warna yang tinggi mulai
dari bagian biru gelap hingga biru terang atau putih. Jika citra ikan tuna dipetakan
ke dalam ruang fitur maka piksel yang menyusun area tubuh ikan tuna akan
membentuk kelompok piksel hyperellipsoid. Algoritma segmentasi Fuzzy C-Means
berbasis jarak Mahalanobis dapat digunakan untuk mensegmentasi citra yang
memiliki karakteristik tersebut. Namun inisialisasi derajat keanggotaan dan
centroid klaster secara random mengakibatkan proses pengklasteran piksel menjadi
tidak efisien dalam hal iterasi dan waktu komputasi.
Penelitian ini mengusulkan metode baru untuk segmentasi citra ikan tuna
dengan Mahalanobis Histogram Thresholding M-HT dan Mahalanobis Fuzzy CMeans
MFCM. Metode yang diusulkan terdiri atas tiga tahapan utama yaitu
Inisialisasi centroid untuk mendapatkan centroid awal tiap klaster pengklasteran
piksel untuk mengelompokkan piksel background dan objek dan peningkatan
akurasi untuk meningkatkan akurasi hasil pengklasteran piksel.
Berdasarkan hasil uji coba diperoleh rata-rata jumlah iterasi sebanyak 66
iterasi dengan waktu segmentasi rata-rata 16203 detik. Rata-rata Akurasi sebesar
9854 dengan tingkat Missclassification Error sebesar 146. Berdasarkan hasil
yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa metode yang diusulkan dapat
meningkatkan efisiensi dalam hal jumlah iterasi dan waktu segmentasi. Selain itu
metode yang diusulkan dapat memberikan hasil segmentasi yang lebih akurat
dibandingkan dengan metode konvensional.

SISTEM INFORMASI PENCARIAN SISWA BERMASALAH DENGAN METODE PROMETHEE(STUDI KASUS: SMP YPPI 2 KOTA)

Proses pencarian siswa bermasalah merupakan salah satu bagian terpenting bagi SMP YPPI 2 Kota. Bimbingan Konseling mempunyai peran yang besar dalam membimbing siswa menghadapi berbagai masalah sehingga instansi pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang cerdas dan berkepribadian kuat. Banyaknya data siswa yang harus diolah yang akan digunakan untuk menentukan prioritas siswa yang memerlukan bimbingan menjadi masalah tersendiri bagi Bimbingan Konseling. Informasi yang akurat juga sangat diperlukan dalam proses pencarian siswa bermasalah agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penentuan prioritas. Permasalahan dari Sistem Informasi Pencarian Siswa Bermasalah Dengan Metode Promethee ini adalah bagaimana merancang sistem informasi pencarian siswa bermasalah berdasarkan pengembangan diri siswa dengan menggunakan metode Promethee. Untuk itu dengan adanya Sistem Informasi Pencarian Siswa Bermasalah Dengan Metode Promethee, pencarian siswa bermasalah yang terdiri dari multi kriteria dan multi alternatif menjadi lebih mudah diselesaikan dan dapat memberikan prioritas siswa bermasalah. Sehingga dapat menjadi solusi dalam permasalahan pencarian siswa bermasalah di SMP YPPI 2 Kota.