IMPLEMENTATION OF STRUCTURAL PERFORMANCE EVALUATION OF CURVILINEAR STRUCTURE DETECTION ALGORITHMS

Struktur garis lengkung adalah fitur yang berguna dalam berbagai aplikasi terutama dalam analisis citra medis. Metode evaluasi performa algoritma deteksi struktur garis lengkung
sangat dibutuhkan untuk mengukur akurasi dari hasil deteksi garis lengkung. Dalam Tugas Akhir ini dibangun sistem pengukur performa algoritma deteksi struktur garis lengkung dengan metode evaluasi performa struktural pada kasus segmentasi
pembuluh darah retina. Metode evaluasi performa struktural
adalah metode evaluasi berdasarkan perbandingan struktur dari
hasil deteksi garis lengkung dengan ground truth melalui proses
point matching.
Metode ini terdiri dari lima proses yaitu melakukan
ekstraksi struktur dengan skeletonisasi pemilihan kandidat match
berdasarkan jarak Euclidean dan selisih lebar struktur
penghitungan cost dari kandidat match penghitungan optimal
structural matching dan pengukuran kualitas deteksi yang
menghasilkan dua aspek performa yaitu nilai akurasi dan akurasi
deteksi. Metode ini berhasil mengukur performa algoritma
dengan baik dan menghasilkan informasi karakteristik dari
struktur garis lengkung yang dideteksi.

RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGEMBANGAN JARINGAN USAHA UNTUK DISTRIBUTOR YANG MENGGUNAKAN METODE PEMASARAN NETWORK MARKETING

Tugas akhir ini merancang dan membuat suatu sistem pendukung keputusan untuk para distributor yang menggunakan metode pemasaran network marketing. Sebagaimana konsep network marketting yaitu metode pemasaran yang menerapkan sistem jaringan atau perekrutan orang-orang untuk bergabung untuk bersama-sama mengembangkan bentuk usaha milik sendiri , sistem pendukung keputusan ini bertujuan membantu mengatasi permasalahan pengembangan jaringan usaha dengan melibatkan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Pembuatan sistem pendukung keputusan ini dilatarbelakangai kebutuhan akan bantuan dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam mengelola sumber daya manusia yang tergabung dalam jaringan seorang distributor. Agar tujuan dan harapan dari sistem pendukung keputusan ini tercapai maka dalam pembuatannya menerapkan model Analytical Hierarchy Process yang mempunyai kelebihan antara lain mempunyai struktur hirarki sebagai konsekuensi dari kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan. Dengan model ahp ini kedalam sistem pendukung keputusan yang dimaksud, dalam pengembangannya digunakan dss tools ( perangkat dss) yaitu turbo pascal 7.0.

PEMODELAN SISTEM LOGISTIK PADA PROYEK PRP WILAYAH TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE UNIFIED MODELING LANGUAGE

Salah satu keistimewaan dari bahasa pemodelan sekarang ini adalah mampu mengintegrasikan lingkungan yang ada dalam bahasa pemodelan dengan lingkungan bahasa pemrograman, dengan cara melakukan round- trip engineering. Round-trip engineering merupakan proses yang memungkinkan untuk men-generate kode dari model yang telah dibuat, menampilkan arsitektur software dari suatu project, mengupdate kode dengan perubahan model sekaligus melakukan reverse engineering yaitu mengupdate model yang ada terhadap perubahan kode. Untuk melakukan itu semua, muncullah suatu bahasa pemodelan yang bernama UML (Unified Modeling Language). UML merupakan bahasa pemodelan yang kaya dengan semantik dan notasi yang dihasilkan dari penggabungan metode Booch, OMT, OOSE dengan membuang elemen-elemen yang tidak praktis, ditambah elemen-elemen dari metode lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum ada pada metode terdahulu. Studi kasus yang disertakan di dalam Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai penerapan UML kedalam sistem kelogistikan, generate kode sekaligus implementasi dari sistem tersebut. Penelitian ini menghasilkan suatu sistem informasi kelogistikan yang nantinya akan digunakan untuk mendukung dalam meningkatkan pengalokasian tenaga manusia, peralatan, dana dan sumber-sumber lain.

RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEMENANG TENDER PROYEK LISTRIK PADA PT. PLN PERSERO

Perusahaan yang mengadakan tender tersebut salah satunya adalah PT PLN PERSERO. Aturan tender yang ada di perusahaan tersebut mengikuti Keppres no 80 tahun 2003. Perusahaan tersebut menawarkan tendernya ke perusahaan-perusahaan dengan cara memberikan pengumuman yang disebarkan melalui media massa dan papan pengumuman serta membuka pendaftaran. Setelah mendaftar perusahaan tersebut akan diseleksi dan akan dilakukan penilaian pada perusahaan-perusahaan yang mendaftar tersebut. Setelah dinilai maka perusahaan yang memenuhi syarat dan nilainya dinyatakan lulus akan diundang untuk mengikuti proses seleksi tender berikutnya. Dan perusahaan tersebut akan memulai penawaran yang harganya dibuka oleh PT PLN PERSERO, dan akan dipilih tiga pemenang tender berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan oleh PT PLN. Proses ini disamping rentan terhadap kesalahan, juga memerlukan ketelitian dan keuletan yang sangat tinggi dalam menentukan pemenang tender. Karena itulah diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu panitia tender untuk mengambil keputusan secara tepat, akurat, efektif dan efisien demi kelangsungan pembangunan di daerah tersebut. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, maka perlu adanya metode penyelesaian dalam ketepatan pengambilan keputusan pemenang tender. Salah satunya adalah PROMETHEE, metode ini lebih menekankan pada pola kesederhanaan perhitungan outranking kriteria inputan. Kejelasan dan penentuan tipe-tipe preferensi dengan berdasarkan beberapa contoh kasus yang ada, serta kestabilan dalam menentukan prioritas didalam promethee, pembuat keputusan bebas menentukan skalanya sendiri. Pilihan dan hipotesa dari analisa dan bukan pada metode turunan. Maka di gunakan metode PROMETHEE untuk membantu mencari pemenang tender dengan meranking kontraktor-kontraktor atau perusahaan yang telah lolos prakualifikasi. Untuk menentukan tiga pemenang tender berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh PT. PLN PERSERO untuk proyek listrik. Dengan memanfaatkan teknologi, akan dibuat sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan pemenang tender proyek listrik. Dengan sistem ini diharapkan semua peserta tender dapat langsung di nilai dan didapatkan pemenang. Sistem ini diharapkan pula dapat membantu panitia lelang dalam proses pemilihan pemenang tender. Berdasarkan hasil uji coba, dapat diketahui aplikasi ini dapat digunakan untuk melakukan penyeleksian peserta tender dan memberikan laporan hasil evaluasi sesuai dengan benar. Sistem Pendukung Keputusan ini hanya dapat digunakan oleh PT PLN saja sesuai dengan KepPres 2003.

RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROGRAM PENGENDALIAN INVENTORI DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI

PT.ATRISCO ialah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi atap. Perusahaan ini berada di kota Sidoarjo dan memulai bisnisnya sekitar tahun 1980. Dalam melakukan produksi, perusahaan ini membutuhkan bahan baku yang didapatkan dari perusahaan lain. Oleh karena itu perusahaan ini bekerja sama dengan banyak perusahaan untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Meningkatnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan disetiap bulannya karena sistem inventori yang kurang bagus maka penulis memberikan solusi terhadap pengendalian inventori. Penulis memberikan solusi dengan membantu dalam merancang program pengendalian inventori dengan menggunakan simulasi, khususnya Multiple Order Model. Program ini bertujuan meminimalkan total biaya keseluruhan dengan memperhitungkan Inventori Level awal yang harus diambil. Hasil akhirnya dari program pengendalian inventori ini, dapat membantu pihak manejemen PT.ATRISCO dalam memutuskan berapa Inventori Level awal yang harus dipesan pada tiap waktu tertentu.