PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE SENJATA PERTAHANAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI COILGUN

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada posisi yang strategis karena Indonesia berada diantara dua samudra dan dua benua. Selain itu Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, untuk melindungi potensi-potensi yang dimilliki, Indonesia harus mampu mengembangkan atau menciptakan senjata pertahanan. Teknologi yang mampu dikembangkan salah satunya adalah coilgun. Coilgun merupakan teknologi yang memanfaatkan elektromagnetik untuk melontarkan benda ferromagnetik. Coilgun ini hanya terdiri dari kumparan dan sumber tegangan. Kumparan pada coilgun berfungsi sebagai elektromagnetik dan sumber tegangan digunakan untuk memberi pasokan tenaga ke kumparan. Potensi untuk mengembangkan teknologi ini sangatlah besar karena teknologi ini selain mampu diaplikasikan dalam pembuatan senjata, teknologi ini juga dapat dikembangkan menjadi pelontar rudal ataupun roket. Dalam pengembangan senjata pertahanan dengan menggunakan teknologi coilgun tidaklah cukup karena diperlukan suatu sistem yang mampu melindungi operator senjata tersebut ketika terjadi serangan musuh. Salah satu sistem yang dapat diterapkan yaitu sistem kontrol jarak jauh. Pengkombinasian antara teknologi coilgun dan sistem kontrol jarak jauh yang dikembangkan secara manual dan otomatis dapat dimanfaatkan untuk pengembangan senjata yang efektif ketika jarak dan arah dari target diketahui. Hal inilah yang berusaha dikembangkan oleh penulis sebagai Tugas Akhir. Dalam Tugas akhir ini dihasilkan senjata yang menggunakan teknologi coilgun yang mampu melontarkan peluru dengan kecepatan rata-rata 12,565 m/s dan rata-rata muzzle energy yang dihasilkan sebesar 0,55 joule dengan peluru yang memiliki panjang 3,5 cm, diameter 0,7 cm, dan berat 9,72 gram. Selain itu, Dalam tugas akhir ini telah mampu dibuat sistem kontrol jarak jauh yang mampu menentukan sudut elevasi secara otomatis dan mampu berjalan baik, akan tetapi terjadi beberapa error yang dihasilkan. Error-error tersebut dihasilkan pada saat perhitungan penentuan sudut sumbu x dan y, dan ketika terjadi pengendalian secara otomatis untuk mengerakkan laras senjata (sumbu y) yang dilakukan oleh sistem. Rata-rata besar error yang dihasilkan oleh masing-masing error adalah sebesar 0,964 derajat pada sumbu x, 0,347 derajat pada sumbu y, dan 0,288 derajat ketika terjadi pengendalian secara otomatis untuk mengerakkan laras senjata (sumbu y) dengan jarak sasaran 100 cm dan 0,262 derajat pada jarak sasaran 200 cm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *